Aktivitas Warga di Beoga Papua Berangsur Normal Setelah Satgas Nemangkawi Berhasil Pukul Mundur KKB

Aktivitas Warga di Beoga Papua Berangsur Normal Setelah Satgas Nemangkawi Berhasil Pukul Mundur KKB

Aktivitas warga berangsur normal seiring dengan kehadiran TNI Pori yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Diketahui, serangkaian aksi teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membunuh masyarakat sipil, membakar sejumlah sekolah, maupun menculik warga di Beoga membuat warga ketakutan. Menyikapi hal tersebut, Satgas Nemangkawi TNI Polri bergerak cepat menguasai dan memulihkan situasi keamanan Beoga dalam rangka memberi perlindungan dan pengayoman terhadap masyarakat.

Kini kondisi keamanan di Beoga berangsung normal dan warga mulai kembali beraktivitas. Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alqudussy ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Sabtu (17/4/2021) menyebutkan kehadiran TNI Polri dalam memberi rasa aman membuat masyarakat beraktivitas seperti biasa. Seperti para pedagang yang sudah ramai berjualan di pasar, masyarakat yang pergi berkebun, dan anak anak sudah kembali bermain di luar rumah.

Sungguh surga kedamaian kehadiran TNI Polri di Beoga. Selain itu, kegiatan transportasi operasional bandara sudah normal, di mana pesawat sudah empat kali melakukan penerbangan. "TNI Polri hadir untuk menjamin keamanan, melindungi aktivitas masyarakat," kata Kombes Pol Iqbal.

Sebelumnya, pada Kamis (8/4/2021) sekitar pukul.09.30 WIT, KKB melakukan aksi penembakan di sebuah kios di Kampung Julugoma. Akibatnya, Oktovianus Rayo, guru SD Impres Beoga tewas karena ditembak. Tidak hanya di situ, pada sore harinya KKB membakar tiga ruang kelas SMAN 1 Beoga.

Pada Jumat (9/4/2021) sore, kelompok tersebut melakukan penembakan kepada Yonatan Randen, guru SMPN 1 Beoga di bagian dada. Korban yang sempat dibawa masyarakat ke Puskesmas Beoga akhirnya meninggal dunia. Proses evakuasi jenazah baru bisa dilakukan karena KKB masih berada di Lapangan Terbang Beoga.

Kedua jenazah baru dapat dievakuasi ke Mimika pada Sabtu (10/4/2021) setelah Pemerintah Kabupaten Puncak membayar sejumlah uang tebusan kepada KKB untuk membiarkan pesawat masuk ke Bandara Beoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *